TATA CARA SHOLAT
Tata Cara Sholat
(Rukun, Wajib dan Sunah-Sunahnya)
1. Berdiri, menghadap kiblat, dan mengarahkan pandangan ke tempat sujud.
2. Menjadikan sesuatu sebagai pembatas (sutrah) atau tabir yang ditaruh di hadapannya, lalu mendekat ke sutrah tersebut.
3. Memulai salat dengan membaca “Alloohu Akbar” (artinya: Allah Mahabesar).
![]() |
| Tata cara sholat |
♦ Makmum mengucapkan takbir di saat imam sudah selesai membacanya.
4. Mengangkat kedua tangan.
♦ Mengangkat tangan boleh bersamaan dengan takbir, atau sebelumnya, bahkan boleh sesudah takbir.
♦ Jari-jari tangan tidak dikepalkan, tapi terbuka dan dirapatkan satu dengan yang lainnya.
♦ Mengangkatnya hingga sejajar dengan bahu. Sekali-sekali boleh sejajar dengan telinga (tidak sampai menyentuhnya).
5. Kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sesudah takbir. Dan meletakkan kedua tangan tersebut di atas dada.
♦ Meletakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan di atas pergelangan dan lengan (hasta).
♦ Kadang-kadang menggenggam tangan kiri dengan tangan kanan.
6. Kemudian membuka bacaan dengan sebagian doa-doa istiftah.
Diantara bacaan istiftah atau iftitah:
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعالى جَدُّكَ، وَلاَ إلهَ غَيْرُكَ
"Mahasuci Engkau, ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, sangat banyak keberkahan nama-Mu, kedudukan-Mu sangat agung, dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau."
Atau membaca doa-doa dengan redaksi lainnya masih banyak.
7. Kemudian membaca ta'awudz (berlindung kepada Allah Ta'ala).
Tacaan ta'awudz diantaranya yaitu:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
8. Kemudian membaca basmalah (secara sirr atau tidak diperdengarkan).
♦ Bacaan basmalah yaitu: (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم) artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang."
9. Kemudian membaca surat Alfatihah.
♦ Kepada yang tidak mampu menghapalnya, dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ الله، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَالله أَكْبَرُ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
"Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq selain Allah, Allah Mahabesar, serta tidak ada daya dan kekuatan melainkan karena Allah."
10. Setelah selesai membaca Alfatihah, dilanjutkan dengan membaca amin; yaitu (آمِيْن) dibaca: "aamiin", yang artinya: "Ya Allah, kabulkanlah".
11. Sesudah membaca Alfatihah, lalu membaca surat yang lain atau beberapa ayat pada dua raka’at yang pertama.
12. Bila selesai membaca, maka diam (istirahat) sebentar seukuran membuat nafas teratur.
13. Lalu mengangkat tangan (caranya sama dengan mengangkat tangan ketika takbiratul-ihram), seraya membaca takbir.
14. Kemudian ruku' disertai tumaninah.
Cara ruku' yang benar sebagai berikut: 1) meletakkan kedua tangan di atas lutut secara mantap, 2) membuka dan merenggangkan jari-jari seolah-olah menggenggam kedua lutut, 3) meratakan punggung hingga sejajar dengan kepala, 4) menegangkan dan merenggangkan kedua siku dari badan.
15. Saat ruku’ membaca doa/dzikir.
♦ Ada banyak doa/dzikir ketika ruku', antara lain:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْم
"Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung." Doa ini dibaca 3 kali. Terkadang lebih dari tiga kali.
- Atau doa berikut:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
"Mahasuci Rabbku lagi Mahaagung, dan segenap pujian bagi-Nya." Dibaca sebanyak tiga kali.
♦ Tidak boleh membaca Alqur’an pada waktu ruku’ dan sujud, saat salat fardu ataupun sunah.
16. Selanjutnya i'tidal (mengangkat punggung dari ruku’, lalu berdiri), sambil mengangkat tangan, disertai tumaninah.
♦ Ketika mengangkat punggung disertai membaca doa/dzikir berikut:
سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ
"Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya."
♦ Ketika berdiri tegak membaca doa (hukumnya wajib). Doanya yaitu:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
"Wahai Rabbku, dan segala puji kepada-Mu."
♦ Bacaan tersebut terkadang dilanjutkan (ditambahi) dengan doa berikut:
مِلْءَ السَّمَواتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
"Sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh yang Engkau kehendaki sesudah itu."
17. Kemudian bertakbir (kadang sambil mengangkat tangan), lalu sujud disertai tumaninah.
♦ Ketika turun, mendahulukan kedua tangan ke tempat sujud, bukan lutut.
♦ Cara bersujud sebagai berikut: 1) bertumpu pada kedua telapak tangan, 2) telapak tangan dibuka, tidak dikepalkan, 3) jari–jari tangan dirapatkan dan diarahkan ke kiblat, 4) telapak tangan disejajarkan dengan bahu (kadang-kadang sejajar dengan telinga), 5) lengan dan sikut diangkat, tidak ditempelkan ke lantai, 6) menjauhkan lengan dari sisi tubuh (rusuk). 7) menempelkan kening dan hidung (secara mantap, tidak ditahan-tahan) ke tampat sujud, 8) menempelkan dengkul ke tempat sujud, 9) menegakkan kedua telapak kaki, 10) Mengarahkan jemari kaki ke arah kiblat, 11) Menyentuhkan (merapatkan) kedua tumit.
♦ Sujud secara seimbang dalam bertumpu pada anggota-anggota sujud. Anggota sujud yaitu: [1, 2] dua telapak tangan, [3, 4] dua dengkul, [5, 6]dua (telapak) kaki, dan [7] kening dan hidung.
18. Membaca doa ketika sujud.
♦ Ada banyak doa ketika sujud, antara lain:
سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى
"Mahasuci Tuhanku lagi Mahaluhur." Dibaca sebanyak tiga kali atau lebih dari itu.
- Atau membaca doa ini:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
"Mahasuci Tuhanku lagi Mahaluhur, dan aku memujinya." Dibaca sebanyak tiga kali.
19. Setelah sujud, lalu mengangkat kepala (untuk duduk) seraya membaca takbir (sekali-sekali sambil mengangkat tangan), lalu duduk disertai tumaninah.
♦ Cara duduk diantara dua sujud: 1) melipat kaki kiri, lalu mendudukinya (disebut duduk iftirasy), 2) menegakkan kaki kanan, 3) Mengarahkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat.
♦ Cara duduk lain (dilakukan sekali-kali): 1) menegakkan kedua telapak kaki, 2) lalu duduk di atas kedua tumit (disebut duduk iq'a).
20. Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud.
♦ Diantara doanya yaitu:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَاهْدِني
وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي
"Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah detajatku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan berikah aku rizki."
Dalam riwayat lain kalimat "allahummagh firli" diganti dengan "rabbigh firli".
21. Kemudian membaca takbir (sekali-sekali diperbolehkan sambil mengangkat tangan), lalu sujud disertai tumaninah.
22. Selanjutnya mengangkat kepala (bangkit dari sujud) seraya bertakbir (sekali-sekali sambil mengangkat tangan), lalu duduk sebentar.
23. Berikutnya bangkit dengan bertelekan (bertumpu) pada kedua tangan sambil dikepalkan, lalu berdiri.
24. Selanjutnya melaksanakan rakaat kedua sebagaimana yang dilakukan pada rakaat pertama.
Hanya saja pada rakaat kedua: 1) tidak membaca doa iftitah atau istiftah, 2) lebih pendek atau lebih ringkas.
25. Duduk tasyahud. Dilakukan apabila selesai dari sujud kedua pada rakaat kedua.
♦ Cara duduk: 1) duduk iftirasy, yaitu: duduk di atas kaki kiri yang dilipat. Dan telapak kaki kanan ditegakkan, disertai mengarahkan jari-jarinya ke kiblat. 2) kedua tangan di taruh di atas paha (menurut riwayat lain ditaruh di atas lutut). Tangan kanan di atas paha kanan, dan tangan kiri di atas paha kiri. 3) Jari-jari tangan kiri dibentangkan, tidak dikepalkan. 4) Mengepalkan jari-jari tangan kanan, lalu mengangkat atau membentangkan jari telunjuk ke arah kiblat. 5) mengunci jari tengah dengan ibu jari atau melingkarkannya (dilakukan sekali-sekali). 6) menggerak-gerakkan jari telunjuk, dilakukan sepanjang duduk tasyahud.
♦ Sepanjang duduk tasyahud, pandangan diarahkan ke jari telunjuk, bukan ke tempat sujud.
26. Membaca doa/dzikir tasyahud (secara pelan atau tersembunyi).
Diantara doa tersebut yaitu:
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباتُ، السَّلامُ عَلَى النَّبِيّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
"Segala ucapan selamat, kebahagiaan dan kebaikan adalah milik
Allah. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi. Begitu juga rahmat dan berkah Allah. Mudah-mudahan juga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.
Allah. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi. Begitu juga rahmat dan berkah Allah. Mudah-mudahan juga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammada adalah hamba dan utusan-Nya."
Catatan: hadits-hadits tentang dzikir tasyahud menyebutkan kalimat "…assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu...dst". Kalimat tersebut dibaca oleh para sahabat ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Nabi meninggal, kalimat tersebut diganti dengan: "assalaamu 'alan nabiyyi…dst."
27. Sesudah itu dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
- Diantara bacaan shalawat yaitu:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
"Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia.
Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia."
- Atau shalawat-shalawat lainnya yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
28. Kemudian membaca do'a dari doa-doa yang dicontohkan Rasulullah.
29. Selanjutnya bangkit (untuk memasuki rakaat ke-3 dan ke-4) seraya bertakbir (sekali-sekali boleh mengangkat tangan).
♦ Cara bangkit: bertumpu kepada dua tangan yang dikepalkan.
30. Selanjutnya berdiri untuk melaksanakan rakaat yang ketiga. Begitupun untuk rakaat yang keempat.
♦ Seseringnya pada rakaat ketiga dan keempat Rasulullah hanya membaca Alfatihah (tidak ditambahi dengan ayat atau surat lain).
31. Selanjutnya ruku', lalu sujud dua kali.
32. Berikutnya duduk tasyahud akhir.
♦ Cara duduk: 1) duduk dilantai, tidak di atas kaki, 2) kaki kiri disilangkan ke bawah paha kanan, lalu dikeluarkan searah dengan kaki kanan, 3) telapak kaki kanan ditegakkan (sekali-sekali dihamparkan atau dijulurkan, 4) jari-jari kaki kanan diarahkan ke kiblat, 5) tangan kiri ditaruh di atas paha kiri dengan telapak tangan kiri menutup dengkul kiri, 6) tangan kanan ditaruh di paha kanan, 7) telapak kanan dikepalkan dengan telunjuk mengacung dan digerak-gerakkan (lihat pembahasan duduk tasyahud awal).
Keterangan: ini yang disebut duduk tawarruk.
♦ Untuk shalat yang dua rakaat (misalnya shalat shubuh), cara duduk tasyahud akhir yaitu duduk iftirasy (seperti duduk tasyahud awal).
33. Membaca doa atau dzikir ketika duduk tasyahud akhir. Bacaan tersebut terdiri dari:
1) Membaca tahiyyat seperti pada tasyahud awal.
2) Membaca shalawat seperti pada tasyahud awal.
3) Berdoa memohon perlindungan dari empat perkara. Bacaannya yaitu:
اللَّهُمَّ إِِنّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ
فِتْنَةِ المَحْيا وَاْلمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan dari siksa kubur, dan dari fitnah di kala orang hidup dan dikala sudah mati, serta dari keburukan fitnah Dajjal."
4) Dilanjutkan dengan doa untuk dirinya sendiri. Ada dua cara: [1] membaca doa-doa dari Rasulullah yang berkaitan dengan kebaikan agama dan urusan dunia. [2] Apabila tidak ada yang hapal, maka membaca doa dari diri sendiri untuk kebaikan agama dan dunia.
34. Terakhir, mengucapkan salam sambil memutar (memalingkan) kepala ke arah kanan (hingga terlihat pipi).
♦ Macam-macam bacaan salam:
1) - Ketika berpaling ke kanan: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه).
- Ketika berpaling ke kiri: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ).
2) - Ketika berpaling ke kanan: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ).
- Ketika berpaling ke kiri: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ).
3) - Ketika berpaling ke kanan: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ).
- Ketika berpaling ke kiri: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ).
4. Terkadang salam satu kali saja sambil sedikit berpaling ke arah kanan. Bacaannya: (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ).
DONASI VIA PAYPAL
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://zahrapia.blogspot.com/. Terima kasih.
Postingan Lebih Baru
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Postingan Lama
Igniel
Komentar